Ujian Sertifikasi Al-Qur'an, Upaya Menjaga Tradisi Rasulullah

Blitar-SMA IT AL-HIKMAH BLITAR berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencetak siswa generasi Rabbani dalam bidang umum maupun agama. Salah satu program untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah dengan ujian sertifikasi Al-Qur'an untuk semua siswa, yang dilaksanakan pada hari Jum'at (26/08) di Islamic Center, Masjid Al-Hikmah Blitar. Dalam ujian ini semua siswa diwajibkan untuk dapat hafal surat-surat pendek, surat-surat pilihan seperti Ar-Rahman, Al-Waqiah dan Al-Mulk. Dalam upacara pembukaan ujian sertifikasi Al-Qur'an, Kepala Sekolah, Ustad Drs. Abdul Manaf menyampaikan kepada para peserta ujian untuk mengikuti program ini seoptimal mungkin. Program ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk mewujudkan bahwa Al-Qur'an menjadi visi utama sekolah yang benar-benar menjadi perhatian penting dalam semua program yang ada. Menurut Waka Kurikulum dan Kesiswaan SMA IT Al-Hikmah Blitar, Ustadzah Tri Handayani, S. Pi., program ujian sertifikasi Al-Qur'an ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali, yaitu pada hari Jum'at di minggu keempat. Kedepan program ini direncanakan dapat berjalan selama dua minggu sekali untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang memiliki hafalan kuat dan bersemangat tinggi, sehingga mereka bisa bersegera melanjutkan hafalan ke juz selanjutnya. Maksud dari program ini adalah menshohikan hasil hafalan kepada ustad/ ustadzah yang sudah ditunjuk sesuai dengan standar tahfid yang berlaku dikalangan para hafiz (penghafal Al-Qur'an). Jumlah minimal yang disetorkan untuk sertifikasi pertama ini minimal setengah juz. Tujuan dari program ini sebagai upaya penjagaan hafalan siswa, evaluasi ketuntasan kelancaran hafalan, tajwid dan makhroj sebagai syarat untuk menghafal ayat atau surat selanjutnya. Salah satu kriteria ketuntasan dari ujian ini yaitu lancarnya hafalan. "Syaratnya harus lancar kalau mau tuntas, " demikian ungkap Ustadzah Wardana Farida, salah seorang penguji yang juga merupakan pendiri Rumah Tahfidz di Blitar. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, penguji hafalan adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Para penguji adalah para hafiz/ hafidzah dan orang-orang yang memiliki keahlian di bidangnya. Dewan penguji diantaranya adalah Ustadzah Tri Handayani, S. Pi, Ustadzah Wardana Farida, Ustadzah Dewi Malahayati DM, Ustad Nur Rohman Susanto (Tahfidz dari SMA IT Al-Hikmah), Ustadzah Hindun Siti Sholihah (Ketua Tim Tahfidz SMP IT Al-Hikmah) dan Ustad Adib Muarifin (Tim Tahfidz SD IT Al-Hikmah). Setiap penguji diberi tanggung jawab untuk menguji maksimal 9 siswa derdasarkan ketuntasan sebelumnya. Berbagai persiapan juga dilakukan para siswa, seperti ananda Ariza Syakura, pelajar dari kabupaten Pasuruan yang sudah hafal 3 juz ini melakukan muroja'ah/ mengulang hafalan sejak beberapa minggu sebelum ujian dilaksanakan. Namun demikian, ia masih merasakan kekhawatiran jika hafalan yang disetorkan lupa saat di depan dewan penguji. Siswa lain yang juga mempersiapkan dengan sungguh-sungguh adalah ananda Nur Rohmatus Sufiyah Kholis dan ananda Zahrina Aufiya Kamila yang sudah hafal 11 juz, ananda Nadhifa Gita Luqyana hafal 4 juz dan ananda Annisa Bulan Kirana yang sudah hafal 30 juz Al-Qur'an.