Sang Pemimpin dari Bumi Modangan (Bagian 2)

Alhamdulillah adalah satu kalimat yang paling pantas kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena sampai hari kedua kegiatan pelatihan kepemimpinan, manajemen organisasional dan mukhoyyam Al-Quran berjalan dengan lancar. Walaupun sepanjang hari diguyur hujan, namun tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti kegiatan ini sampai akhir. Di hari kedua ini, kegiatan pelatihan lebih banyak difokuskan pada pembinaan mental sehingga kegiatan dilakukan di luar ruangan atau alam terbuka. Tidak terlihat sedikitpun guratan rasa lelah yang tampak di wajah peserta dan tidak terdengar sedikitpun keluh kesah dari para peserta diklat yang akan dipersiapkan menjadi pengurus OSIS periode 2016/2017, padahal aktivitas kegiatan di hari pertama berakhir pukul 22.30 WIB dan mereka sudah memulai aktivitas kembali pada pukul 02.00 WIB, sehingga praktis peserta hanya istirahat kurang lebih 3 jam.
Kegiatan di hari kedua diawali dengan sholat qiyammul lail secara berjamaah di aula utama De Karanganjar Koffieplantage dan dilanjutkan Kontempelasi End of Life. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk bermuhasabah dan merenungkan kembali tentang perbuatan apa saja yang sudah mereka lakukan terhadap orang-orang yang telah berjasa dalam hidup mereka. Tepat pukul 04.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan sholat Subuh berjamaah, kultum dari peserta dan membaca doa Al-Matsurat. Petualangan pertama diawali dengan kegiatan JELI atau Jelajah Pagi disekitar area perkebunan kopi Karanganyar. Tantangan JELI kali ini, peserta harus melewati rute sepanjang 34 km dan melalui 3 pos, dalam setiap pos, peserta harus dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh panitia. Sepanjang perjalanan, peserta dimanjakan oleh hamparan tanaman kopi, udara dingin yang bersih dan sejuk, perbukitan nan hijau serta jalan setapak yang curam dan terjal. Berada pada ketinggian 400-650 m dpl dan memiliki luas sekitar 300,0600 Ha, perkebunan peninggalan Belanda ini memiliki hawa yang sangat sejuk sehingga cukup kondusif untuk digunakan sebagai lokasi pelatihan. Suasana seperti ini justru menambah semangat para calon pemimpin untuk menuntaskan seluruh tugas yang diberikan oleh panitia, apalagi di tengah perjalanan para peserta disuguhi pemandangan yang menakjubkan, yaitu matahari terbit tepat di atas hamparan perbukitan singkong nan hijau. Sungguh pemandangan yang mengagumkan dan jarang sekali terlihat di area pemukiman padat penduduk.