MTQ Siswa Nasional III 2016, Menumbuhkan Semangat Pantang Menyerah & Rasa Percaya Diri

Musabaqah Tilawatil Quran Siswa Nasional adalah event rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Dimulai pada tahun 2014, MTQ yang berskala propinsi tersebut mendapat sambutan hangat dari banyak SMA/ MA/ SMK seluruh Jawa Timur. Setelah dua tahun mengadakan MTQ skala propinsi, pada tahun 2016, Fakultas Sastra kembali mengadakan MTQ dengan skala lebih besar, yaitu nasional. Pada event kali ini ada delapan cabang musabaqah yang digelar yaitu, musabaqah tilawatil Quran, musabaqah tartil Quran, musabaqah khotil Quran, musabaqah hifdzil Quran, musabaqah syarhil Quran, Musabaqah debat Al Quran dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, dan terakhir adalah Karya Tulis Al Quran. Lomba yang diselenggarakan tanggal 5 dan 6 November 2016 ini, diikuti oleh kurang lebih 150 SMA/ MA/ SMK dari seluruh Indonesia, tak terkecuali SMA IT Al-Hikmah Blitar yang juga mencoba menembus kompitisi tingkat nasional tersebut. 
Sebagai salah satu sekolah berbasis keagamaan tentu SMA IT Al-Hikmah Blitar tidak melewatkan kesempatan emas ini. Dengan mengirim tigabelas peserta dan satu orang official, teridiri dari satu peserta musabaqah tilawatil Quran putra, dua peserta musabaqah tartil Quran putra dan putri, satu tim (3 siswa) peserta musabaqah syarhil Quran, satu tim (2 siswa) peserta debat Al-Quran dalam bahasa Arab, satu tim (2 siswa) peserta debat Al-Quran dalam bahasa Inggris, serta satu tim (2 siswa) peserta karya tulis Al-Quran. 
Perjalanan dimulai dari keberangkatan menuju kota Malang dengan menggunakan kereta api. Pagi hari yang cerah menyambut para sang juara untuk memulai perjalanan mereka. Terlihat raut wajah tegang namun bersemangat dari para siswa. Kereta berangkat pukul 05.01 WIB menuju kota Malang. Setelah kurang lebih  dua jam, rombongan tiba di stasiun Kota Baru kota Malang. Udara masih sejuk dan matahari terasa hangat saat rombongan keluar dari stasiun. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan umum untuk menuju UM. Bapak supir yang baik hati pun dengan senang hati mengantarkan rombongan masuk ke dalam area lomba yaitu gedung Fakultas Sastra UM. Terlihat panitia sudah menyambut para rombongan dengan senyum ramah. Kontingen SMA IT AL-HIKMAH BLITAR memutuskan untuk langsung registrasi ulang untuk mendapatkan tanda pengenal official dan kupon snack serta makan siang. 
Pukul 7.30 WIB, para panitia menghimbau seluruh official untuk masuk kedalam AVA (Audio Visual Auditorium) untuk mengikuti technical meeting seluruh cabang musabaqah yang akan diselenggarakan. Technical meeting berlangsung selama satu jam dilanjutkan dengan penentuan nomor peserta, dan maqra bagi peserta musabaqah tilawatil Quran. Seluruh official pun kemudian menuju ke depan panggung utama di lapangan parkir Fakultas Sastra UM beserta seluruh peserta untuk mengikuti acara pembukaan MTQSN III 2016. Acara pembukaan dipandu oleh tiga pembawa acara yang berbahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Sambutan pertama diberikan oleh wakil dekan UM lalu dilanjutkan oleh ketua pelaksana MTQSN III 2016. Acara pembukaan juga di meriahkan oleh penampilan tari  Saman dari mahasiswa Fakultas Sastra UM. Setelah acara pembukaan selesai, para peserta diarahkan oleh koordinator cabang muasabaqah ke ruangan tempat masing-masing cabang musabaqah akan dilaksanakan. 
Bertempat di aula drama Fakultas Sastra UM, para peserta debat Al Quran dalam bahasa Inggris dikumpulkan untuk mengikuti simulasi jalannya debat. SMA IT Al-Hikmah Blitar yang diwakili oleh Muhammad Harist Hilmi dan Bidara Amaya mengikuti simulasi dengan cermat. Simulasi dimulai dengan pemberian mosi dan penentuan posisi bagi keempat tim yang akan berlomba. Pelaksanaan simulasi berjalan kurang lebih 55 menit terdiri dari 15 menit persiapan dan 40 menit debat. Setelah pelaksanaan simulasi selesai, empat tim pertama termasuk tim SMA IT Al-Hikmah Blitar diminta kedepan untuk penentuan mosi dan posisi debat. Hilmi dan Bidara sapaan sehari-hari mereka, mendapatkan posisi sebagai closing opposition dengan mosi THBT career woman only bring negative impact for family harmony. Keempat tim kemudian diminta ke gedung D7 lantai satu untuk pelaksanaan debat, 15 menit diberikan kepada para debaters untuk mempersiapkan materi debat sesuai mosi dan posisi mereka. Setelah itu para debaters dipersilakan masuk ke ruang debat. Debat berlangsung sangat menarik, argumen-argumen peserta yang dilandasi oleh ayat Al-Quran dan Hadits menambah keseruan debat. Setelah 40 menit para peserta keluar ruangan dengan santai menuju ruang istirahat untuk menunggu hasil penilaian dewan juri. Wakil dari SMA IT Al-Hikmah Blitar dipastikan masuk ke babak 16 besar setelah memenangi debat pertama. Perempat final akan diadakan keesokan harinya. 
Di waktu yang sama, di lantai dua gedung D7 tim debat Al-Quran dalam bahasa Arab juga melaksanakan penentuan mosi dan posisi untuk masing-masing tim. Tim SMA IT Al-Hikmah Blitar yang diwakili oleh Annisa Bulan Kirana dan Nur Rohmatus Sufiyah mendapat posisi sebagai Closing Government dengan mosi Sharia Bank is not represent Islams economy management. Proses debat dilaksanakan serupa dengan debat bahasa Inggris di lantai dasar. Debat bahasa Arab juga berlangsung seru dengan argumen-argumen meyakinkan dari para peserta. Setelah menunggu beberapa saat, pengumuman hasil debat pun diberikan, dari 16 besar yang akan masuk babak berikutnya, wakil dari SMA IT Al-Hikmah Blitar menempati posisi 18, sehingga dinyatakan gugur pada fase pertama. Setelah hasil keluar para peserta menyemangati satu sama lain. 
Di tempat lain yaitu di perpustakaan masjid UM juga sedang berlangsung musabaqah tllawatil Quran untuk putri dan di aula masjid UM untuk putra. Wakil dari SMA IT Al-Hikmah Blitar yaitu masing-masing Nadhifa Gita untuk kategori putri dan Muhammad Fadjrul Haqqi untuk kategori putra. Gita mendapatkan undian nomor 16 dengan maqra surat Al-Isra ayat 15 sedang Alfad mendapat undian nomor 51 dengan maqra surat Al-Anfal ayat 56. Mereka berdua menyambut giliran mereka dengan gugup namun dapat melakukannya dengan amat sangat baik dan tinggal menunggu hasil yang masuk ke final esok hari. 
Kegiatan perlombaan pun dihentikan sejenak untuk istirahat, sholat Dzuhur dan makan siang bagi seluruh peserta, official dan juga panitia. Setelah 30 menit istirahat, kegiatan seluruh cabang musabaqah dilanjutkan kembali. Delegasi dari SMA IT Al-Hikmah Blitar hanya tinggal musabaqah syarhil Quran dan musabaqah tilawatil Quran yang belum tampil. Sambil menunggu gilirannya, Riffad Fabriansyah, wakil dari SMA IT Al-Hikmah Blitar dalam cabang musabaqah tilawatil Quran mendengarkan tilawah dari peserta lain dengan seksama. Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB, masih dalam posisi belum tampil, Riffad kembali berkumpul dengan rombongan untuk sholat Ashar. Setelah sholat, Riffad dengan didukung oleh teman-temannya akhirnya dipanggil dewan juri untuk tampil. Dengan nomor peserta 55, Riffad membacakan surat Al-Isra ayat 85. Setelah selesai, Riffad turun panggung dan keluar ruangan dengan senyum lega walau masih sedikit tersisa rasa gugup karena pengumuman finalis masih akan diumumkan besok. 
Langit mendung dan hujan rintik-rintik membuat suasana panas menjadi dingin seketika. Ketika adzan Maghrib berkumandang, seluruh peserta, official dan panitia menuju masjid UM untuk melaksanakan sholat. Setelah sholat diumumkan bahwa penampilan syarhil Quran akan dilanjutkan esok hari yang artinya perwakilan tim syarhil Quran SMA IT Al-Hikmah Blitar harus menunda tampilannya hingga esok harinya. Kontingen sekolah memutuskan untuk langsung menuju rumah wali murid dari ananda Hilmi untuk menginap. Bertempat di desa Landungsari, rombongan menuju kesana dengan menggunakan angkutan umum. Setelah 30 menit, rombongan sampai di tempat tujuan. Para siswa dan official membersihkan diri lalu makan malam dan langsung menuju kamar masing-masing untk beristirahat karena perjuangan untuk besok masih menanti. 
Pukul 06.00 WIB rombongan SMA IT Al-Hikmah Blitar menikmati sarapan sambil menunggu kendaraan yang akan mereka gunakan berangkat menuju area MTQSN. Setelah sarapan rombongan pun berpamitan kepada tuan rumah dan berangkat ke tempat MTQSN III 2016 pada pukul 06.30 WIB. Setelah 30 menit perjalanan rombongan sampai kembali di area MTQSN yang sudah ramai oleh para peserta yang akan melanjutkan musabaqah. Acara pembukaan hari kedua dilaksanakan selama 30 menit, lalu para peserta diminta untuk menuju ke ruangan masing-masing cabang musabaqah seperti hari kemarin untuk menerima pengumuman peserta yang masuk babak selanjutnya. 
Menuju ke aula drama tempat para peserta debat berkumpul, tim debat dalam bahasa Inggris SMA IT Al-Hikmah Blitar melangkah dengan bersemangat. Sama seperti hari kemarinnya, para peserta dikumpulkan untuk pembagian posisi dan penentuan mosi. Hilmi dan Bidara, perwakilan SMA IT Al-Hikmah Blitar maju pertama dan mendapatkan posisi sebagai Opening Opposition dengan mosi THBT non Muslim leader is not allowed. Debat hari kedua pada putaran perempat final berlangsung lebih seru dari babak penyisihan. Seluruh peserta debat mengungkapkan pendapatnya dengan penuh percaya diri. Setelah 40 menit debat, para peserta keluar ruangan dan menunggu hasil. Setelah beberapa saat, hasil debat diumumkan. Dari 8 besar tim yang lolos, perwakilan SMA IT Al-Hikmah Blitar menempati posisi 9 dengan selisih 6 poin dari posisi 8. Sayang sekali tim SMA IT Al-Hikmah Blitar harus berlapang dada melepaskan kesempatan menjadi juara di cabang musabaqah debat Al-Quran dalam bahasa Inggris. 
Sementara itu hasil dari musabaqah tilawatil Quran dan musabaqah Tartil Quran jua sudah di umumkan. Seakan kompak dengan rekan seperjuangannya, Gita, Riffat, dan Alfad juga belum mampu menembus final musabaqah tilawatil Quran Siswa Nasional yang diikuti lebih dari seribu peserta itu.
Di tempat terpisah, tim syarhil Quran yang terdiri dari Atikah Ratna, Putri Intan Amalia, dan Zahrina Aufia sedang bersiap-siap untuk tampil. Sebagai harapan terakhir SMA IT Al-Hikmah Blitar ketiganya terlihat gugup. Setelah gilirannya tiba, tim syarhil pun naik panggung dengan penuh percaya diri. Membawakan syarhil Quran berjudul Solusi Penyakit Pergaulan Bebas dan Perzinahan. Tim syarhil dari SMA IT Al-Hikmah Blitar memukau penonton dengan kualitas syarhil Quran yang amat baik. Walau mengaku sangat gugup, tim syarhil dapat tampil dengan baik tanpa adanya kesalahan berarti. 
Pukul 11.30 WIB rombongan SMA IT Al-Hikmah Blitar menuju masjid untuk menunaikan ibadah sholat Dzuhur kemudian memutuskan untuk makan siang besama sambil menunggu hasil dari cabang musabaqah syarhil Quran. Pada pukul 12.30 WIB diumumkanlah hasil dari musabaqah syarhil Quran yang baru saja selesai. Tim SMA IT Al-Hikmah Blitar belum termasuk daftar dari 6 wakil yang masuk ke babak final.
Walau belum mendapat gelar juara tahun ini, siswa siswi perwakilan dari SMA IT Al-Hikmah Blitar dapat mengambil hikmah bahwa dalam sebuah kompetisi dimanapun itu, menang dan kalah bukanlah segalanya, yang terpenting adalah pengalaman dan ilmu yang didapat dari mengikuti lomba, belajar tentang semangat juang, menghargai orang lain, dan setia kawan. 
TERIMA-KASIH, SAMPAI JUMPA PADA MTQSN TAHUN DEPAN, INSYA ALLAH LEBIH BAIK!!!! AAMIIN...
-SELESAI-